Friday, February 26, 2016

Ternyata Hidup Sudah Sampai Di Tahap Ini (Alhamdulillah)

Cerita saya dini hari ini...
 
Alhamdulillah.... hidup sudah sampai disini rupanya.
Pagi ini, berkat bantuan dan support dari orang-orang terdekat dan tersayang, saya bisa kembali memakai "toga" setelah menyelesaikan Gelar Sarjana Teknik Pada Jurusan Teknik Sipil Universitas Medan Area. dan InsyaAllah jika tidak ada halangan saya akan Wisuda pukul 8 Pagi nanti,

Cerita Dini hari...
Pagi ini saya bangun sekitar pukul 3 Pagi, tepatnya terbangun oleh anak lanangku "Irsyad Adam Satya Nasution" yang meminta susu dan mungkin sudah Pub. Adam memang sedang kurang enak badan, intensitas BABnya sedang lebih sering dari biasanya.

Selesai membuat susu dari dapur, aku masuk kekamar dan kulihat istriku "Riri Rahmyati Tasran" Sedang menggantikan popok Adam. Terganggu oleh lampu kamar yang dihidupkan, Putriku "Adelia Rayadinata Nasution" mulai gelisah dan terbangun juga dan dia kembali ikut meminta susu.

Biasanya aku tidak tidur lagi, selama menjadi ayah 2 orang anak pukul 3.30 pagi adalah "Me Time" ku. Waktu dimana aku biasanya aku bangun dan mengerjakan skripsiku yang hampir 1 tahun baru tuntas, atau bangun sekedar untuk menonton Film yang tidak sempat kutonton. Biasanya jam segini aku bisa lebih fokus karna adel dan adam sudah tertidur nyenyak sampai pagi.
 
Menjadi ayah ternyata sedikit lebih berat dan jauh lebih menyenangkan daripada gambaran yang kubayangkan dulu.
Salam Hangat...
Ifan Azwar Nasution, S.Sos, S.T 
(Mohon maaf sedikit narsis)




Wednesday, June 10, 2015

Adam Nasution

Alhamdulillah....

Terimakasih Ya Allah yang maha baik, hari ini aku bisa merasakan satu lagi momen terbaik dalam lintasan perjalanan hidupku.
Anak Kedua Kami Telah lahir... seorang Putra, yang ganteng dan sehat.

InsyaAllah bernama Adam Nasution.
lahir dengan tinggi 50 Cm dan Berat 3,4 Kg.


Wednesday, July 9, 2014

Ketika Nazi, Yahudi dan Islam Duduk di Satu Meja.

Awal tahun 2011 saya mendapatkan tiket Promo Air Asia Tujuan Medan Bangkok seharga 600rb PP. Perjalanan saya mulai dari Bangkok, dari Bangkok saya membeli tiket bus menuju Negara tetangga kamboja tepatnya Wilayah Siem Riep.

Diperbatasan antara Thailand dan Kamboja (Aryapranthet) saya bertemu dengan seorang Backpacker dari Jerman bernama Cristoph, dia sudah berkeliling dunia selama 3 bulan berbekal warisan yang diperoleh dari kakeknya yang menitipkan uang kepada orang tuanya ketika cristoph baru lahir. Pesan Almarhum Kakeknya kira kira seperti ini: Nak, ini uang kudepositokan di Bank tolong kau kasihkan nanti sebagai hadiah ulang tahun cristoph yang ke 18 atau ketika dia sudah lulus SMA, suruh dia gunakan untuk berkeliling dunia. Kakeknya berpesan bahwa apa yang akan didapat dalam traveling selama 6 bulan akan jauh lebih banyak dari pada apa yang dia dapatkan dibangku kuliah selama 4 tahun (sarjana).  Itulah yang  memotivasi cristoph untuk berkeliling dunia seorang diri, seperi yang dulu papanya lakukan. Oh… indahnya tradisi itu.

Masih diperbatasan yang sama ketika mengantri di Imigasi kami berkenalan dengan dua orang wanita backpacker dari Israel bernama Yael dan Ghaoni. Sama seperti saya mereka pun baru memulai perjalanannya sekitar 3 hari dan berencana berkeliling Asia selama 6 bulan kedepan. Di Negara mereka selepas SMA setiap pemuda pemudi diwajibkan untuk memilih menjalani wajib militer atau pelayanan masyarakat Selama 8 bulan sebelum masuk kuliah ditahun berikutnya dan mereka diberikan semacam upah dari pemerintah setelah sukses menjalani pekerjaan tersebut. Dari upah tersebut Ghaoni dan Yael mendapatkan tambahan dari bekerja sebagai pramuniaga selama sekitar 6 bulan untuk mengumpulkan uang membiayai perjalanan ini.

Dibutuhkan waktu sekitar 4 jam dari perbatasan Aryapranthet menuju wilayah siemreap. Kami sampai disiemreap sekitar jam 7 malam. Ghaoni dan yael memutuskan mengikuti kemana aku dan cristhop akan menginap. Kami menemukan sebuah Gusethouse seharga U$D8 perhari perkamar, tentu sangat murah karna masing-masing kamar dapat dihuni oleh 2 orang. Sehingga kami masing-masing hanya perlu membayar U$D4 per orang.

Sehabis meletakkan barang dikamar kami memutuskan untuk mencari makan malam di SiemReap Night Market. Ya, malam itu kami duduk disatu meja dengan sebotol besar Angkor Beer dan segelas Jus Jeruk. Ghaoni, Yael dan Cristoph memutuskan untuk sharing minum Beer. Saya menjelasakan bahwa saya muslim dan tidak boleh minum Alkohol dan mereka sangat menghargai itu. 
Oh indahnya, beberapa abad yang lalu Nazi Jerman membantai Ribuan Kaum Yahudi tapi hari ini seorang Anak cucu yahudi dan jerman sudah benar-benar melupakan itu dan menjalin persahabatan dengan sebotol beer.

Disini perbincangan kami dimulai dengan membahas daerah-daerah yang sudah kami datangi. Saya memperkenalkan Indonesia kepada mereka. Dan bertapa terpukaunya Ghani dan Yael akan Indonesia yang saya ceritakan dan betapa murahnya biaya hidup di Indonesia, mereka langsung membuka Smarthphonenya dan menunjukkan beberapa gambar-gambar pariwisata Indonesia. Yael mengatakan betapa inginnya dia mengunjungi Indonesia, tapi apa daya Republik Indonesia tidak membuka hubungan diplomasi dengna Israel dan sekaligus mementahkan paspor mereka jika hendak berkunjung ke Indonesia.

Malam itu begitu menyenangkan, dimana kami semua dengan Background kami yang hanya anak muda rakyat jelata dinegara kami masing-masing berbagi kisah hidup dan menjadi sahabat. Si Jerman dengan rendah hati dan sangat tertarik mendengarkan cerita-cerita dari yerusallem tentang pandangan orang yahudi terhadap peristiwa era nazi dulu, si Israel dengan ramah menuangkan beer ke gelas si jerman dan sambil bercerita betapa tidak setujunya dia tentang konflik di Gaza, dan si Indonesia menceritakan betapa ingin tahunya dia terhadap pandangan orang yahudi terhadap Indonesia yang mayoritas Muslim.

Satu lagi hal yang tersirat dalam perjalanan saya ini dalam benak saya, mengapa banyak sekali pemuda pemudi Israel yang melakukan traveling setelah lulus SMA. Mungkin saja jika prediksi saya benar, ini adalah salah satu cara Negara Israel memperkenalkan diri kepada dunia melalui duta-duti anak muda-mudi mereka yang bertraveling keliling dunia. Negara mengeluarkan uang untuk mereka bertraveling dan menjadi pintar karna traveling pasti akan membuka wawasan mereka terhadap dunia akan ilmu-ilmu yang tidak akan mereka dapat diperkuliahan.

Oh indahnya….  Semua itu selesai dimeja ini dengan sebotol beer dan segelas jus jeruk Kamboja.


Friday, October 18, 2013

Alternatif Menginap Murah di Bandara Soekarno Hatta ( Transit Jakarta)

Malam ini saya naik pesawat terakhir dari Surabaya menuju jakarta.
Pesawat yang saya tumpangi adalah lion air yang mendarat di terminal IA.
Saya sengaja mengambil peswat terakhir agar bisa sepagi mungkin tiba dipekanbaru, alasannya apalgi kalu bukan agar cepat dapat ketemu sama anak dan istriku.

Ya, besok pagi saya akan melanjutkan dengan pesawat pertama menuju pekanbaru.

ini bukan pertama kali saya menginap di Bandara Soekarno Hatta, mungkin kalao saya tidak salah hitung sudah sekitar 5 sd 7 kali saya menginap disini.
sebenarnya ada beberapa pilihan buat kalian yang berkantong pas-pas an jika ingin lebih menghemat, berikut saya berikan sdikit tips:

1. CARA GRATIS
Jika anda mau nginap gratis. anda dapat menuju terminal 1A. Disana ada area yang dinamakan Red Corner (semacam Food Court). disitu ada Indomaret 24 jam, A&W, dan beberapa restoran kecil. Disini biasanya banyak penumpang lain yang duduk-duduk sembari ngopi atau sekedar makan mie untuk menghangatkan badan. Di Area Red Corner Tersebut juga ada Toilet dan Mushollah. Jika anda sudah sangat mengantuk dan ingin berbaring anda bisa menumpang di mushallah. Memang biasanya di Mushallah ini dilarang Untuk tidur, tapi Pihak Angkasa Pura (Pengelola Bandaa) Juga manusiawi yang mau dapat pahala. Sehingga menurut saya mereka sepertinya tidak keberatan mengizinkan para penumpang untuk sekedar meluruskan badan pada malam hari. Tapi buat anda yang non islam mungkin agak segan untuk masuk ke mushallah tersebut, anda dapat meluruskan badan di sofa panjang yang ada di red Corener tersebut.
TIPS:
- Nikmati malam anda, dengna berkenalan dan menambah teman baru yang senasib.
- Walaupun daerah ini relatif aman (Menurut saya) tapi tetap waspada barang bawaan anda, tetap pada posisi yang anda dapat lihat.
- Pasang Alarm, jangan sampai anda tertidur dan ketinggalan pesawat.

2.CARA MURAH (untuk yang bawa istri/anak)
saya ada beberapa kontak hotel disekitar bandara, anda tinggal telp dan meereka menyediakan antar jemput kebandara gratis. anda juga dapat minta untuk dibangunkan agar tidak ketinggalan pesawat anda.
- Hotel Permata Bandara (021 55963972) harga kamarnya berkisar 100rb sd 250rb
- Hotel Anugrah (021 54395122/0215550847) harga kamarnya berkisar 100rb sd 250rb
TIPS:
- anda juga dapat minta untuk dibangunkan agar tidak ketinggalan pesawat anda.
- Sebaiknya telp hotel tersebut untuk minta dijemput dibandara, lumayan untuk menghemat ongkis taksi. dan pastikan dulu harga kamarnya via telp. krn kemungkinan harga dapat berubah.

sekian info dari saya.... semoga bermanfaat

Wednesday, October 2, 2013

Selamat datang Adelia Rayadinata Nasution

Alhamdulilah....

Semakin sempurna hidupku, tanggal 25 Agustus 2013 telah lahir bidadari kecilku,
tepat dihari minggu pagi hari yang sama dengan hari lahir istriku.


karna hidup siapapun memang patut ditulis....

dear hidup...

hari ini hari yang bagus,
aku bangun pagi diwaktu yang tepat untuk sholat shubuh dan bermain skiping 300 putaran.
lalu menonton selebrita pagi, sembari meminum sebotol aqua yang sudah 3x kuisi. Lalu mandi dan sikat gigi. Tanpa basa-basi lagi kukeluarkan motorku, melangkah dengan kaki kanan dan siap menghadapi hari!

hari yang baik,
dipersimpangan lampu merah seorang polisi melirik lampu sepeda motorku, aku bisa tebak pikirannya (apakah ini sarapan pagiku?)...

Itulah sepenggal kisah hidup seseorang sampai dengan jam 9 pagi....
hidup memang patut untuk ditulis, karna hidup cuma sekali.
mulai dari hal kecil, seperti tidak mati lampu sampai hal besar kita dikaruniai seorang anak. 
hal buruk dan hal baik datan silih berganti, seperti pribahasa lawas roda hidup yang selalu berputar.
berapa banyak pun nikmat yang kita peroleh, maka kebanyakan kita akan melupakannya.
karna itulah, terkadang kita butuh sesuatu untuk dibaca kembali dan mengingatkan kita untuk kembali bersyukur.

Friday, August 16, 2013

Menjelang Kelahiranmu Bidadari Kecilku

Hari ini 17 Agustus tahun 2013 adalah Hari Ulang tahun Republik Indonesia yang ke 68.
Hari ini ayah jadi asisten pembina upacara nak, hari ini pula ayah semakin tidak sabar menunggu kehadiranmu bersama ayah dan bunda. Hari ini juga usia kehamilan istriku memasuki minggu ke 37 dan artinya sekitar seminggu lagi istriku sudah bisa melahirkan secara normal jika anakku memang sudah siap untuk hadir didunia ini bersamaku.

Beginilah rupanya perasaan seorang ayah yang menunggu kehadian anak pertamanya. Mungkin beginilah pesis perasaan ayahku dulu waktu menunggu kelahiran kakak pertamaku. Ya, kami sama-sama menantikan seorang bidadari kecil. Semoga dia nanti lahir dengan keadaan sehat, normal dan bahagia.

Dikampung kami di Pematang Siantar Ayah dan Mamakku di panggil "Ayah Neny" dan "Mamak Neny", dulu itu adalah hal yang biasa dan aku rasa tidak perlu aku pahami lebih dalam.dan sebentar lagi aku akan di panggil "ayah adel"... oh bahagianya :)

Suatu hari nanti, kalau kau sudah bisa membaca dan kau bisa membaca tulisan ayah ini nak. kau harus ingat bahwa ayah sangat sayang padamu, dan sangat menunggu senyumanmu. semarah apapun ayah, dan sekesal apapun kau terhadap ayah maka maafkanlah nak.