Wednesday, June 16, 2021

Unexpected question 2

 Adel : ayah... kenapa Allah Ciptakan setan? biar Allah ada musuhnya ya?

Ayah : nggak nak, malaikat, Setan (Iblis) dan manusia itu semuanya di ciptakan Allah SWT.  Allah SWT maha besar, tidak ada yg mampu menandinginnya. kita semua kecil dihadapannya.


Thursday, May 27, 2021

unexpected question 1

Momen: pagi hari jumat 26 Mei 2021 jam 6.30an. Bang adam SESAK mau BAB, jadi dia nerobos antrian kamar mandi dari kak Adel. Karna ini emergency, kak adel bolehin. Tapi tiba tiba dia sudah basah dan pakai baju rapih dan wangi.

Adam: ayah, tebak adam udah mandi atau belum?
Ayah: udah ya?? Loh kok adam mandi duluan, inikan giliran kak adel.
Adam: ayah jangan bilang kakak ya, nanti dia marah
Ayah: kak adel memang ga tau nak, tapi ALLAH SWT tahu loh. Ayo minta maaf sama kakak. 
Adam: gak mau ah, ayah jangan kasih tau ya..
Ayah: nanti ada berdosa loh,.
Adam: ga apa2x yah, nanti adam buat baiknya banyak-banyak. Biar pahalanya lebih banyak.
Ayah: hah???

Wednesday, May 19, 2021

Rezeki yang Tak Terduga

Seringkali kita cuma tau rezeki datang seperti sebuah keberuntungan. Bagaimana tidak, sholat saja kita buru-buru mau selesai. Bersedekah saja masih mencari pecahan terkecil dengan alasan keikhlasan. Saat ujian datang mengeluh dan saat nikmat datang selalu lupa bersyukur. 
Namun rezeki terus menerus datang, kadang tanpa kita mintakan. Bahkan hebatnya yg kita buruk untuk kita beberapa saat kemudian ternyata lebih baik untuk kita. Dari mana ini semua?
Ternyata, jawaban yg sering kita lupakan. Adalah dari Ayah. Ya... Ayah kita. Beliau berdoa terus menerus, pagi-siang-malam. Jauh di desa sana, jauh di depan dipan reyotnya dan sajadah kusamnya. Berdoa terus menerus untuk kesehatan anaknya, kesuksesan karir anaknya dan kelanggengan rumah tangga anaknya.
Apakah kita sanggup menjadi seorang ayah? 

Thursday, October 22, 2020

Bang Mas Adam dengan Kartu saktinya

Mas Adam dan Kartu saktinya.

Anakku yg kedua, namanya Adam umur 5 tahun 5 bulan. Belum bisa baca, tapi naik sepeda udah lihai.

Ini cerita kartu sakti adam, kami lupa kapan membelikannya. Tapi kartu ini sangat sakti buat adam. Kartu ini sangat mahal dan bernilai.
Menurutnya kartu ini selalu bisa bikin adik dan kakaknya iri, yg baik sama dia akan diajak main kartu dan yg nakal tidak boleh pinjam. Adiknya selalu nangis kalau diancam gak dikasih pinjam lagi.

Kalau ayah bunda sedih, dikasih kartu, 
Kalo ayah bunda marah, adam janji kartunya boleh diambil dan gak dikasih lagi (walaupun gak akan ada yg tega)

Ooohh menyenangkannya masa anak-anak. Andaikan semua masalah bisa diselesaikan dengan selembar kartu dan kita punya stok lembar kartu yg banyak. Setiap kartu yg hilang, akan kembali lagi dengan mudah.

Semoga kami tetap bisa memberikna masa kanak2x yg indah buat adam. 

Friday, February 26, 2016

Ternyata Hidup Sudah Sampai Di Tahap Ini (Alhamdulillah)

Cerita saya dini hari ini...
 
Alhamdulillah.... hidup sudah sampai disini rupanya.
Pagi ini, berkat bantuan dan support dari orang-orang terdekat dan tersayang, saya bisa kembali memakai "toga" setelah menyelesaikan Gelar Sarjana Teknik Pada Jurusan Teknik Sipil Universitas Medan Area. dan InsyaAllah jika tidak ada halangan saya akan Wisuda pukul 8 Pagi nanti,

Cerita Dini hari...
Pagi ini saya bangun sekitar pukul 3 Pagi, tepatnya terbangun oleh anak lanangku "Irsyad Adam Satya Nasution" yang meminta susu dan mungkin sudah Pub. Adam memang sedang kurang enak badan, intensitas BABnya sedang lebih sering dari biasanya.

Selesai membuat susu dari dapur, aku masuk kekamar dan kulihat istriku "Riri Rahmyati Tasran" Sedang menggantikan popok Adam. Terganggu oleh lampu kamar yang dihidupkan, Putriku "Adelia Rayadinata Nasution" mulai gelisah dan terbangun juga dan dia kembali ikut meminta susu.

Biasanya aku tidak tidur lagi, selama menjadi ayah 2 orang anak pukul 3.30 pagi adalah "Me Time" ku. Waktu dimana aku biasanya aku bangun dan mengerjakan skripsiku yang hampir 1 tahun baru tuntas, atau bangun sekedar untuk menonton Film yang tidak sempat kutonton. Biasanya jam segini aku bisa lebih fokus karna adel dan adam sudah tertidur nyenyak sampai pagi.
 
Menjadi ayah ternyata sedikit lebih berat dan jauh lebih menyenangkan daripada gambaran yang kubayangkan dulu.
Salam Hangat...
Ifan Azwar Nasution, S.Sos, S.T 
(Mohon maaf sedikit narsis)




Wednesday, June 10, 2015

Adam Nasution

Alhamdulillah....

Terimakasih Ya Allah yang maha baik, hari ini aku bisa merasakan satu lagi momen terbaik dalam lintasan perjalanan hidupku.
Anak Kedua Kami Telah lahir... seorang Putra, yang ganteng dan sehat.

InsyaAllah bernama Adam Nasution.
lahir dengan tinggi 50 Cm dan Berat 3,4 Kg.


Wednesday, July 9, 2014

Ketika Nazi, Yahudi dan Islam Duduk di Satu Meja.

Awal tahun 2011 saya mendapatkan tiket Promo Air Asia Tujuan Medan Bangkok seharga 600rb PP. Perjalanan saya mulai dari Bangkok, dari Bangkok saya membeli tiket bus menuju Negara tetangga kamboja tepatnya Wilayah Siem Riep.

Diperbatasan antara Thailand dan Kamboja (Aryapranthet) saya bertemu dengan seorang Backpacker dari Jerman bernama Cristoph, dia sudah berkeliling dunia selama 3 bulan berbekal warisan yang diperoleh dari kakeknya yang menitipkan uang kepada orang tuanya ketika cristoph baru lahir. Pesan Almarhum Kakeknya kira kira seperti ini: Nak, ini uang kudepositokan di Bank tolong kau kasihkan nanti sebagai hadiah ulang tahun cristoph yang ke 18 atau ketika dia sudah lulus SMA, suruh dia gunakan untuk berkeliling dunia. Kakeknya berpesan bahwa apa yang akan didapat dalam traveling selama 6 bulan akan jauh lebih banyak dari pada apa yang dia dapatkan dibangku kuliah selama 4 tahun (sarjana).  Itulah yang  memotivasi cristoph untuk berkeliling dunia seorang diri, seperi yang dulu papanya lakukan. Oh… indahnya tradisi itu.

Masih diperbatasan yang sama ketika mengantri di Imigasi kami berkenalan dengan dua orang wanita backpacker dari Israel bernama Yael dan Ghaoni. Sama seperti saya mereka pun baru memulai perjalanannya sekitar 3 hari dan berencana berkeliling Asia selama 6 bulan kedepan. Di Negara mereka selepas SMA setiap pemuda pemudi diwajibkan untuk memilih menjalani wajib militer atau pelayanan masyarakat Selama 8 bulan sebelum masuk kuliah ditahun berikutnya dan mereka diberikan semacam upah dari pemerintah setelah sukses menjalani pekerjaan tersebut. Dari upah tersebut Ghaoni dan Yael mendapatkan tambahan dari bekerja sebagai pramuniaga selama sekitar 6 bulan untuk mengumpulkan uang membiayai perjalanan ini.

Dibutuhkan waktu sekitar 4 jam dari perbatasan Aryapranthet menuju wilayah siemreap. Kami sampai disiemreap sekitar jam 7 malam. Ghaoni dan yael memutuskan mengikuti kemana aku dan cristhop akan menginap. Kami menemukan sebuah Gusethouse seharga U$D8 perhari perkamar, tentu sangat murah karna masing-masing kamar dapat dihuni oleh 2 orang. Sehingga kami masing-masing hanya perlu membayar U$D4 per orang.

Sehabis meletakkan barang dikamar kami memutuskan untuk mencari makan malam di SiemReap Night Market. Ya, malam itu kami duduk disatu meja dengan sebotol besar Angkor Beer dan segelas Jus Jeruk. Ghaoni, Yael dan Cristoph memutuskan untuk sharing minum Beer. Saya menjelasakan bahwa saya muslim dan tidak boleh minum Alkohol dan mereka sangat menghargai itu. 
Oh indahnya, beberapa abad yang lalu Nazi Jerman membantai Ribuan Kaum Yahudi tapi hari ini seorang Anak cucu yahudi dan jerman sudah benar-benar melupakan itu dan menjalin persahabatan dengan sebotol beer.

Disini perbincangan kami dimulai dengan membahas daerah-daerah yang sudah kami datangi. Saya memperkenalkan Indonesia kepada mereka. Dan bertapa terpukaunya Ghani dan Yael akan Indonesia yang saya ceritakan dan betapa murahnya biaya hidup di Indonesia, mereka langsung membuka Smarthphonenya dan menunjukkan beberapa gambar-gambar pariwisata Indonesia. Yael mengatakan betapa inginnya dia mengunjungi Indonesia, tapi apa daya Republik Indonesia tidak membuka hubungan diplomasi dengna Israel dan sekaligus mementahkan paspor mereka jika hendak berkunjung ke Indonesia.

Malam itu begitu menyenangkan, dimana kami semua dengan Background kami yang hanya anak muda rakyat jelata dinegara kami masing-masing berbagi kisah hidup dan menjadi sahabat. Si Jerman dengan rendah hati dan sangat tertarik mendengarkan cerita-cerita dari yerusallem tentang pandangan orang yahudi terhadap peristiwa era nazi dulu, si Israel dengan ramah menuangkan beer ke gelas si jerman dan sambil bercerita betapa tidak setujunya dia tentang konflik di Gaza, dan si Indonesia menceritakan betapa ingin tahunya dia terhadap pandangan orang yahudi terhadap Indonesia yang mayoritas Muslim.

Satu lagi hal yang tersirat dalam perjalanan saya ini dalam benak saya, mengapa banyak sekali pemuda pemudi Israel yang melakukan traveling setelah lulus SMA. Mungkin saja jika prediksi saya benar, ini adalah salah satu cara Negara Israel memperkenalkan diri kepada dunia melalui duta-duti anak muda-mudi mereka yang bertraveling keliling dunia. Negara mengeluarkan uang untuk mereka bertraveling dan menjadi pintar karna traveling pasti akan membuka wawasan mereka terhadap dunia akan ilmu-ilmu yang tidak akan mereka dapat diperkuliahan.

Oh indahnya….  Semua itu selesai dimeja ini dengan sebotol beer dan segelas jus jeruk Kamboja.